Lalu apakah pemuda masa kini Layak menjadi pemimpin masa depan? Maka jawaban dari kak faik adalah "Mau tidak mau, siap tidak siap, Pemuda Indonesia harus siap menjadi pemimpin masa depan masalah layak atau tidak layaknya, tergantung dari diri masing - masing semua itu ada ditangan para pemuda sekarang. Mimpi bukan untuk dinikmati namun untuk diwujudkan"
Kehilangansalah satu dari hal tersebut akan membuat pemuda sebagai harapan masa depan mudah tersesat. Untuk itu, penting bagi pemuda selalu memiliki motivasi akan masa depan yang benar sehingga tidak mudah jatuh saat menghadapi tantangan kehidupan dan tetap berjalan bersama Tuhan. Berikut ini salah satu khotbah motivasi pemuda Kristen masa
CaraPembukaan Pidato Bahasa InggrisIn the name of Allah, the compassionate and the merciful. All praise is due to Allah, the Lord of the World, the Master and the Creator of everything in the Universe, the Destroyer of all oppressors and the Hope of the oppressed, for enabling us to meet together in the simple but peaceful place.
Pemuda Kata yang memiliki yang makna penting bagi kehidupan masa depan sebagai bukti mari kita lihat kembali Ir. Soekarno; "Berikan Aku 1000 Orang Tua maka akan Aku Cabut Semeru dari Akarnya" "Berikan Aku 10 Pemuda maka akan Aku Guncangkan Dunia!" Lihat betapa dahsyatnya perkataan presiden Soekarno tentang pemuda.
SementaraIbnu Qayyim Al-Jauziyah mengklasifikasi usia pemuda (syabab) berada pada rentang usia 15 hingga 40 tahun yang merupakan masa paling kritis dalam keseluruhan kehidupan manusia. Masa ini ditentukan dari seberapa baik pendidikan pada masa di bawah 15 tahun.
Dp7d. Read 8,180 “pemuda masa kini, pemimpin masa depan” شُبَانُ اليَوم رِجَالُ الغَد menjadi generasi pemimpin yang cerdas berliterasi Pemuda merupakan generasi yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Dimana peran pemuda sangatlah diharapkan, karena merupakan pewaris bangsa yang akan menjadi sosok pemimpin selanjutnya. Baik buruknya bangsa kita kedepannya dapat dicerminkan dari para pemuda saat ini. Pemuda yang peduli akan bangsa, maka tidak bersikap acuh dan senantiasa berusaha mencari cara agar bangsanya semakin maju. Pemimpin adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur jalannya suatu sistem dan memberi pengaruh serta mengarahkan kepada orang-orang yang ia pimpin sehingga dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan. Ada banyak cara untuk menjadi generasi pemimpin penerus bangsa, salah satunya yaitu dengan literasi. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis akan tetapi kepiawaian kita berbahasa saat berkomuikasi, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dan pandai berhitung itu juga termasuk literasi. Bagaimana kita dapat menjadi seorang pemimpin jika kita tidak cerdas berliterasi. Cerdas berliterasi merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan. Penanaman literasi harus disadari karena menjadi modal utama dalam mewujudkan bangsa yang cerdas. Padahal, budaya literasi bermanfaat dalam mewujudkan peran generasi muda dalam aspek pembangunan negara. Membaca dan menulis adalah kunci awal dalam kesuksesan. Apalagi menjadi seorang pemimpin tentu harus memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas, dengan rajin dan sering membaca kita tidak akan ketinggalan zaman. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS al -Alaq [96] 1-5, di ayat tersebut Allah dengan tegas memberi perintah kepada manusia untuk “اِقْرَأْ” artinya “Bacalah”. Membaca dan menulis bukan hanya buku tapi membaca dunia, yang diawali dengan membaca hal kecil yang bermanfaat. Karena dari literasi banyak sekali manfaatnya mulai dari menambah pembendaharaan kosa kata, meningkatkan kemampuan menganalisis, menambah wawasan, mengoptimalkan kinerja otak, membantu meningkatkan daya fokus dan masih banyak lagi. Tentu saja menjadi seorang pemimpin memerlukan itu semua. Mulailah dari membaca dan menulis apa yang kita sukai. Di jaman sekarang, semakin berkembang teknologi kita tidak perlu bingung untuk mencari dan membeli buku, karna kita bisa mengaksesnya melalui smartphone. pada saat ini hampir semua orang memiliki smartphone, dan jangan lupa ya Gens yang pasti ada kuotanya hehehe. Di smartphone kita bisa membaca melalui ebook atau PDF. Jadi, ayo Gens kita sebagai generasi pemimpin harus senantiasa meningkatkan budaya literasi. Kalau bukan kita siapalagi
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Melihat dari judul yang ada, yang menjadi pusat perhatian yaitu ada kata-kata 'Pemuda', 'Pemimpin' dan 'Masa Depan'. Sebenarnya apasih arti dari ketiga kata-kata tersebut?'Pemuda' dapat didefinisikan sebagai kaum muda yang merupakan generasi bangsa, yang akan menentukan perubahan-perubahan dimasa yang akan datang. Sedangkan 'Pemimpin' berarti seseorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Sedangkan 'Masa Depan' adalah gambaran suatu keadaan dimasa yang akan datang dapat berlangsung bertahun-tahun sesudahnya.Pemuda merupakan generasi bangsa, berarti pemuda adalah suatu pembangun bangsa dimana peran pemuda sangatlah dibutuhkan karena pemuda itu sendiri adalah sosok penerus bangsa. Pemuda harus bisa membangun dirinya, melatih dirinya agar dapat lebih siap terjun ke dalam masyarakat. Namun apa yang terjadi saat ini adalah sebaliknya, para pemuda di Indonesia menutup mata dari kegiatan politik di negaranya tersebut. Pemuda yang disibukkan dengan aktivitas perkuliahan, disibukkan dengan berbagai urusan individu, dan disibukkan oleh hal-hal duniawi. Mereka cenderung tidak peduli dengan kondisi politik di negaranya sendiri. "ya udah sih, ngapain ngurusin politik. Ngga ada untungnya juga buat kita ngebahas tentang politik di Indonesia, toh juga ujung-ujungnya bakal gitu-gitu juga", mungkin itu beberapa patah kata dari pemuda di negeri ini. Politik di Indonesia sudah sangat ternodai oleh kasus-kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme. Padahal, menurut Islam politik itu adalah mengurusi urusan umat, urusan rakyat. Jadi siapa lagi yang akan memimpin / mengurus negeri ini yang berkaitan dengan politik, jikalau para pemuda sebagai penerus bangsa itu sendiri enggan untuk mengetahui perkembangan politik di negaranya?Maka, dibutuhkanlah sosok pemimpin yang sejatinya mengurusi urusan rakyat, menjalankan amanah yang telah dipercayakan berjuta-juta orang, mendahulukan kepentingan golongan dibandingkan kepentingan pribadi, peduli dan juga bersahabat dengan semua orang, dan juga pemimpin yang menjadi seorang pemimpin yang bertugas sebagaimana mestinya, seharusnya sudah dipupuk oleh Ilmu dan IMTAQ sedari dulu. Pemuda, sebagai calon pemimpin juga harus mendalami ilmu yang telah dipelajarinya, yang tentu tidak boleh menyimpang dari Al-Quran dan Hadits. Pada akhirnya, di negeri Indonesia ini pun sangat diperlukan sosok pemimpin masa depan yang ideal, yang sejatinya berasal dari pemuda di negeri kita sendiri. Jadi sebagai pemuda di hari ini, sudah siapkah kita menjadi pemimpin masa depan? ReformJilidIVCendikiawanMilitanInspiratorPeradabanAksiNyataMembangunBangsaSospolBEMFMIPAMenujuFMIPAMadani 1 2 Lihat Lyfe Selengkapnya
Syubbanu al-yaum rijal al-ghad. Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Demikian pepatah Arab menempatkan pemuda dalam posisi yang sangat penting. Masa depan sebuah bangsa akan ditentukan oleh pemudanya masa kini. Atau, apa yang ditekuni pemuda saat ini akan memberikan gambaran mendatang sebuah bangsa sekitar 20-30 lagi, ketika para pemuda tersebut mulai menempati beragam posisi penting sebagai pengambil keputusan. Pemuda menyimpan beragam mimpi dan energi yang luar biasa. Mimpi itu harus dirawat dan dijaga tetap hangat. Kita berharap, para pemuda tidak hanya menginvestasikan energi untuk mimpi personalnya, tetapi juga memberi perhatian kepada mimpi kolektif yang berdampak kepada komunitas dan bangsanya. Menulis buku merupakan salah satu ikhtiar menarasikan mimpi. Narasi merupakan visualisasi imaji. Keberanian berimaji mutlak diperlukan untuk mendesain masa depan. Narasi ini adalah bagian dari ikhtiar merawat dan memupuk mimpi upaya tumbuh berkembang. Untuk apa? Untuk menjaga komitmen personal dan menginspirasi sebanyak mungkin orang, terutama para pemuda. Tentu, semua ikhtiar harus diikuti dengan selalu mengharap pertolongan Allah. Ingat, Allah akan mengikuti kehendak hambaNya. Kata Allah, “Ana inda dhanni abdi bi“, “Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu tentangKu”. Pengantar untuk sebuah buku tentang menggapai mimpi yang terlihat tidak mungkin, 7 Juni 2020.
PEMUDA MASA KINI, PEMIMPIN MASA DEPANPEMUDA MASA KINI, PEMIMPIN MASA DEPANPemuda merupakan alat penggerak sebuah negara. Mengapa? Karena sikap idealisme dalam mengkritisi sebuah kebijakan negara dapat mengubah sejarah bangsa. Peristiwa demi peristiwa telah terjadi di mana pergerakan pemuda berperan besar dalam mengawasi kebijakan penguasa ditingkat kampus hingga pembangunan nasional sekalipun. Peran yang disandang pemuda, sebagai agen perubahan agen of change, regenerasi pemimpin masa depan iron stock, agen control social agen of control social dan agen kontrol moral moral force masih sangat efektif dan kreatif dalam memosisikan peran pemuda di tengah-tengah masyarakat. Dengan peran sentral pemuda, diharapkan dapat mengontrol segala kebijakan yang berkaitan dengan masa depan dan kesejahteraan bangsa. Sangat berat bukan? Hingga dapat dikatakan pemuda adalah selalu tulang punggung bagi kemajuan masa depan bangsa dari segala bidang. Tidak hanya melalui sebuah kepemimpinan di bidang politik saja, bidang sosial, bidang ekonomi hingga tataran menata peradaban generasi bangsa dalam pembangunan nasional. Namun, sayangnya hari ini tidak banyak pemuda yang mengetahui bahkan memaknai perannya dengan serius. Acuhnya pemuda hari ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi regenerasi kepemimpinan bangsa di masa mendatang. Bagaimana bangsa ini akan bergerak ke arah kemajuan jika regenerasi pemimpinnya saja tidak berbekal kepedulian, keresahan terhadap ketidakadilan dan tanggungjawab. Maka akan lahir pemimpin yang anti kritik, otoriter, ketikadilan dan tidak merakyat. Padahal, Pemimpin dipilih untuk melayani rakyat bukan sebaliknya pemimpin dipilih untuk dilayani oleh rakyat. Menurut Soewarno Handoyo Ningrat, "Kepemimpinan itu merupakan suatu proses dimana pimpinan digambarkan akan memberi perintah atau pengarahan, bimbingan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan." Wahjosumidjo 198711 juga berpendapat bahwa kepemimpinan menurutnya adalah suatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti kepribadian personality, kemampuan ability, dan kesanggupan capability, kepemimpinan sebagai rangkaian kegiatan activity pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan posisi serta gaya atau perilaku pemimpin itu
Gabung KomunitasYuk gabung komunitas {{forum_name}} dulu supaya bisa kasih cendol, komentar dan hal seru terasa 28 Oktober tiba lagi Gan Sis, Masih ingatkah apa yang pernah terjadi di tanggal tersebut? Agan dan sista pasti tau tentang hal yang terjadi di tanggal tersebut yaitu Sumpah pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 1928, dimana sumpah pemuda di masa itu adalah hasil keputusan bersama kongres pemuda kedua yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia. Keputusan bersama itu berisi cita-cita bersama untuk berdirinya negara indonesia, Hal ini terlihat dari isi sumpah pemuda itu sendiri yang berkeinginan dan bercita-cita tentang adanya "tanah air indonesia", "bangsa indonesia" serta "bahasa indonesia". Keinginan untuk bangsa indonesia untuk merdeka lepas dari penjajahan belanda di masa itu memang sangatlah tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya organisasi-organisasi yang berdiri di masa itu yang memiliki cita-cita yang sama yaitu kemerdekaan indonesia. Entah Generasi Tua atau Muda di masa itu mereka memiliki semangat juang dan nasionalisme yang tinggi untuk menciptakan negeri yang merdeka dengan berbagai macam cara hingga akhirnya cita-cita bersama tersebut terwujudkan di tahun 1945, tepat kurang lebih 17 Tahun setelah ikrar sumpah pemuda Tahun telah berlalu sejak sumpah pemuda di masa itu dan sepuluh tahun lagi akan memasuki usianya yang seabad. Kini indonesia telah berubah dan telah lama merdeka, hasil perjuangan para pahlawan telah dinikmati hasilnya oleh semua orang di negeri ini dan merasakan indahnya kemerdekaan. Indonesia di masa kini terus menatap kedepan untuk bisa meraih kejayaan, namun juga tidak melupakan masa lalu dan sejarah yang telah mewarnai negeri ini dalam emnggapai setiap kemerdekaan. Sumpah pemuda 28 Oktober tentunya janganlah sampai terlupa, karena itu merupakan pengingat kepada kita semua bahwa perjuangan negeri ini belumlah usai dan sebagai dorongan untuk kita agar bisa lebih semangat untuk menjadi bagian pembangun negeri ini menuju lebih baik di masa depan. Semangat sumpah pemuda harus dimiliki oleh setiap insan bangsa indonesia terutama bagi kalangan generasi muda. Pemuda-pemudi di masa kini memang jelas berbeda dengan pemuda-pemudi di masa lalu, namun bukan berarti semangat nasionalismenya dibiarkan hilang begitu saja. Jika masa lalu dihadapkan dengan penjajahan langsung, maka di masa kini negeri ini dihadapkan dengan penjajahan terselubung melalui berbagai hal seperti kerusakan moral, narkoba dan lain sebagainya yang membuat jati diri bangsa indonesia sedikit demi sedikit mulai terkikis. Sebagian Generasi muda di masa kini mulai melupakan Sumpah Pemuda, hal ini terlihat dari sikap generasi muda yang terkadang terlihat memprihatinkan dari segi moral dan sikap mereka yang tak mencerminkan bangsa indonesia itu sendiri. Padahal Sumpah Pemuda penting untuk diingat dan diketahui oleh banyak orang termasuk generasi muda agar tidak lupa dengan cita-cita negeri ini di masa sumpah pemuda ini perlu dimiliki oleh generasi pemuda-pemudi di masa kini agar sikap nasionalismenya tetap terjaga, di tangan merekalah masa depan negeri ini ditentukan baik atau buruknya karena pemuda-pemudi masa kini merupakan calon pemimpin-pemimpin negeri ini di masa depan. Melindungi negeri ini terutama melindungi generasi muda sangatlah diperlukan dari berbagai paham yang menyimpang serta segala hal yang merusak para generasi muda. Setiap elemen masyarakat termasuk kita harus bisa merangkul generasi muda untuk bisa berjalan bersama membangun indonesia yang lebih baik, lupakan segala egosime dan kepentingan golongan dan junjunglah persatuan indonesia demi menciptakan kejayaan negeri ini di masa depan. Semangat sumpah pemuda harus disebar luaskan terutama pada generasi muda masa kini agar mereka bisa bangga menjadi bagian negeri ini dan memiliki mental untuk bisa membangun negeri ini lebih baik lagi di masa depan. Itulah Sumpah Pemuda versi ane, lalu bagaimana menurut agan dan sista tentang sumpah pemuda? silahkan sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di tulisan berikutnya. Sumber Opini Pribadi dan Inspirasi Kehidupan Sumber 1 Sumber 2 Sumber gambar via google images 27-10-2018 0903 reserved 27-10-2018 0904 Kaskus Addict Posts 2,302 Nyari pasangan dulu... 27-10-2018 1202 QuoteOriginal Posted By pasangan dulu... Cari dong 27-10-2018 1222 Hidup Pemuda Indonesia Gan... 16-12-2018 0732 QuoteOriginal Posted By vickymalmsteenz►Hidup Pemuda Indonesia Gan... Pasti gan 17-12-2018 0634 Pemuda masa kini itu suka coli 21-01-2019 1845 QuoteOriginal Posted By Andriansyah066►Pemuda masa kini itu suka coli Ah enggak kok 04-02-2019 1515 Mulai lelah 05-02-2019 0554
pemuda masa kini pemimpin masa depan